Arah - Di beberapa negara, tes IQ masih dipakai sebagai cara untuk mengetahui kecerdasan otak manusia.


Namun, di belahan dunia maju, tes IQ telah lama ditinggalkan. Dan mungkin, cara berikut ini bisa dijadikan standar global untuk menentukan kecerdasan individu berikutnya.


Sekumpulan ilmuwan mengatakan teknologi pemindai MRI (magnetic resonance imaging) —yang biasanya kita temui di rumah sakit— dapat mengukur kecerdasan manusia, lebih pintar atau bodoh.


Temuan ini bisa menjadi lompatan radikal dalam jagat artificial inteligence (AI) ketika mesin-mesin bisa diprogram untuk memikirkan apa yang manusia pikirkan.


"Kecerdasan manusia adalah topik yang luas dan hangat diperdebatkan. Dan teknik pencitraan otak, seperti yang kita pakai dalam penelitian, membuka peluang bahwa ke depan kita bisa mencari solusi untuk masalah mental, seperti schizophrenia dan depresi," ujar Profesor Jianfeng Feng dari University of Warwick.


Bersama dengan tim ilmuwan di Tiongkok, Mail Online melansir, ia telah mempelajari dan menghitung fungsi-fungsi dinamis dari otak, serta mengidentifikasi bagaimana bagian-bagian otak berinteraksi satu sama lain dalam waktu yang berbeda.


Cara ini dipercaya dapat menentukan secara jitu dan akurat tentang kepintaran seseorang. Profesor Jianfeng mengatakan, semakin banyak bagian-bagian otak yang terhubung satu sama lain, maka semakin tinggi pula IQ dan kreativitasnya.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar